Islam dan Kesehatan

Ibnu SIna

Oleh: Luthfi Zain (Fifi)

Penelitian Mutakhir Tentang Kesehatan dan Obat-obatan

Al-Razi dan Ibnu Sina adalah salah satu dari sekian banyak dokter Islam yang paling berpengaruh dalam keilmuan ini. Dengan dasar kekhasan pemikiran kedua tokoh untuk membandingkan metode atau titik focus dalam kegiatan kedokteran. Dan begitu keharmonisan yang saling melengkapi jika metode tersebut dikaji dan diaplikasikan dengantetap memegang perinsip keseimbangan.

Karya-karya original ditulis dalam bahasa Arab oleh Hunayn. Beberapa risalah yang ditulisnya, diantaranya al-Masail fi al-Tibb lil-Mutaallimin ( masalah kedokteran bagi para pelajar ) dan kitab al-Asyr Maqalat fi al-Ayn ( sepuluh risalah tentang mata ). Karya tersebut berpengaruh dan sangat inovatif, walaupun sangat sedikit memaparkan observasi baru. Karya yang paling terkenal dalam periode awal disusun oleh Ali Ibn Sahl Rabban al-Tahari (783-858), Firdaws al-Hikmah.

Warisan ilmiah Yunani menjadi dominan, khususnya helenistik, John Esposito mengatakan “ satu kesadaran atas (perlunya) lebih dari satu tradisi mendorong untuk pendekatan kritis dan selektif”.4 Seperti dalam sains Arab awal.

Era kejayaan Islam telah melahirkan sejumlah tokoh kedokteran terkemuka, seperti Al-Razi, Al-Zahrawi, Ibnu-Sina, Ibnu-Al-Nans, dan Ibn Al-Maiman, Al-Razi (841-926 M) dikenal di Barat dengan nama Razes. Ia pernah menjadi dokter istana pangeran Abu Saleh Al-Mansur, penguasa Khorosan. Ia lalu pindah ke Baghdad dan menjadi dokter kepala di RS Baghdad dan dokter pribadi khalifah. Buku kedokteran yang dihasilkannya berjudul “Al-Mansuri” (Liber Al-Mansofis) dan “Al-Hawi”.6 Tokoh kedokteran lainnya adalah Al-Zahawi (930-1013) atau dikenal di Barat Abuleasis. Dia adalah ahli bedah terkemuka di Arab. Al-Zahrawi menempuh pendidikan di Universias Cordoba. Dia adalah dokter istana pada masa Khalifah Abdel Rahman III. Sebagian besar hidupnya didedikasikan untuk menulis bukubuku kedokteran dan khususnya masalah bedah.

Baca juga: Daftar Kursus Bahasa Inggris Kampung Inggris

Dokter Muslim yang termasyhur antara lain:

– Ibnu Sina atau Avicenna (980-1037 M) karyanya: Al-Qanun fi Al-Tibb’

– Ibnu Rusdy atau Averroes (1126-1198 zM) karyanya:Al-Kulliyat fi AlTibb.

– Al-Razi Karyanya : Al-Hawifi al-Tibb. -Ibnu El-Nafis (1208-1288 M) karyanya Mujaz al-Qanun

– Ibnu Wafid al-Lakhan dan Ibnu Tufail (1100-1185 M) tabib yang mengoleksi tumbuh-tumbuhan.7

  1. Penemuan Urologi, Bakteriologi, Anesthesia, Surgery, Ophthamology, Psikoterapy.
  2. Urologi

Urologi merupakan cabang ilmu kedokteran yang khusus mengenai tentang penyakit ginjal dan saluran kemih serta alat reproduksi.

Penemu Urologi: Al-Kindi. Ar-Razi  Ibnu, Al-Jazzar  Ibnu Sina

Baca juga: Belajar Bahasa Arab dengan Mudah di Al-Azhar Pare

Cabang-cabang ilmu kedokteran yang tidak bisa dijelaskan smuanya dari ilmuan Islam, di antaranya Anesthesia, Surgery, Ophthamology, Psikoterapi, Bakteriologi, Ilmu yang mempelajari kehidupan dan klasifikasi bakteri. Dokter Muslim yang banyak memmberi perhatian pada bidang ini adalah Al-Razi serta Ibnu Sina.

Baca juga: Kursusan Bahasa Inggris Al-Azhar Pare

Dokter Islam yang berperang dalam bedah adalah Al-Razi dan Abul Q!asim Khalaf Ibnu Abbas AlZahrawi, Ophthamologi cabang kedokteran yang berhubungan dengan penyakit dan bedah syaraf mata, otak serta pendengaran. Dokter Muslim yang banyak member kontribusi pada Ophtamology adalah Ibnu Al-Haytham (965-1039 M).

  • Aneka Metode terapi dalam Medis Islam yaitu Kometerapi, Krometerapi, Hirudoterapi.
  • Kemoterapi

Kometerapi adalah metode peratan penyakit dengan menggunakan zat kimia untuk membunuh sel penyakit kanker.

Pertama kali dikenal oleh ar-Razi

  • Hiduterapi

Hirudoterapi merupakan terapi penyembuhan penyakit dengan menggunakan pacet/lintah sebagai obat untuk tujuan pengobatan.

Diperkenalkan oleh Ibnu Sina

Baca juga: Kursusan Bahasa Arab Al-Azhar Pare

Islam dan Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top
× Ada yang bisa kami bantu?