Dakwah Training Center

Dakwah Training Center Darul Fuqoha,  secara umum training dapat didefinisikan sebagai proses pengalaman belajar yang terstruktur untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan (terstruktur: jadwal, materi, metode, evaluasi, dll). Dalam literatur, training adalah proses transformasi informasi dari seseorang yang dinilai ahli di bidangnya kepada orang lain yang membutuhkannya. Dengan proses transformasi itu diharapkan ada perubahan pada tingkat pengetahuan (knowledge), sikap (attitude), dan perilaku (behavior) seseorang.
Training merupakan fasilitas untuk memunculkan kesadaran learning pada individu.

Learning adalah munculnya kesadaran individu untuk mengubah dirinya ke arah yang lebih baik berdasarkan informasi, pengetahuan, dan pengalamannya. Learning merupakan proses changing people. Jadi, proses pelatihan ini bukan hanya untuk sekedar agar orang tahu, terampil dan bisa, tapi juga paham, sadar dan mau melaksanakan yang apa telah mereka ketahui. Ketika training hanya untuk training, biasanya akan menjadi agenda seremonial yang hanya berdampak temporer bagi organisasi.

Ada beberapa hal mengapa training sangat perlu dilakukan, antara lain :

1. Meningkatkan pengetahuan anggota atau pengurus dalam sebuah organisasi

2. Memberikan pelatihan mengenai skill tertentu yang harus dimiliki oleh individu

3. Mempersiapkan anggota organisasi untuk menerima dan bekerja lebih efektif satu sama lain, dan lain sebagainya.

Sedangkan Instruktur berasal dari kata instructor dengan asal kata instruction. Secara bebas maka kata itu dapat diartikan sebagai orang yang memiliki kekuasaan untuk memberikan instruksi (perintah). Instruktur disini harus didengar, dipatuhi dan dikuti. Istilah ini lebih memiliki kesan otokrasi yang bernuansa top down. Namun pada beberapa lembaga istilah ini sudah mengalami pelemahan arti dari maksud yang disebutkan di atas.

Pelatih berasal dari kata latih yang merupakan terjemahan dari kata Trainer. Secara sederhana kata ini dapat diartikan sebagai orang yang ikut serta secara partisipatif dengan aktifitas peserta pelatihan. Istilah pelatih lebih mencair dengan kondisi peserta, sehingga jarak antara peserta dan pelatih terkesan lebih akrab tanpa harus menghilangkan kredibilitas pelatih tersebut. Dengan suasana keakraban yang diciptakan, maka diharapkan materi yang disajikan selama pelatihan dapat diserap peserta dengan lebih baik.

Nah, sahabat sekarang sudah pada tahukan. Training itu proses mengarahkan orang lain sesuai dengan targetan yang dicapai dengan cara terstruktur. Sedangkan trainer itu orang yang mengarahkannya. Kebanyangkan betapa pentingnya training itu dalam sebuah organisasi. Everything Can Be Trained.

More Articles