Santri Milenial: Wujud Revolusi Santri

Istilah yang akrab kita jumpai belakangan ini milenial, istilah ini sering dikaitkan dengan hal-hal yang  berbau dengan era digital dan sosial media (sosmed). Misalnya kita jumpai istilah “generasi milenial, zaman milenial”. Tak ingin ketinggalan muncul pula istilah  “santri milenial”.

Munculnya fenomena santri milenial tidak lepas dari pengaruh era digital. Para santri milenial banyak memiliki keleluasaan dalam mengakses informasi ragam keilmuan dari jejaring internet (search engine, medsos dsb),  jauh berbeda dibandingkan dengan santri tempo dulu yang mana jika ingin mengakses informasi perantaranya hanya melalui para guru atau kitab saja.

Kemudahan-kemudahan yang tersaji harus diimbangi dengan sifat bijak dan dewasa untuk mampu memilah dan memilih dalam mengakses informasi. Tidak bisa dipungkiri disamping tersedianya informasi-informasi yang bersifat akurat, pun berbanding lurus kita jumpai juga informasi-informasi yang tak bersumber (hoax).

Terlebih informasi yang berkaitan dengan perihal agama, yang mana harus jelas dan akurat sumbernya. Maka disinilah peranan santri milenial sangatlah dibutuhkan untuk menjawab permasalahan umat, yang mana  banyak dari umat islam di era digital kini lebih memilih jalan online untuk mendapatkan bahkan mempelajari ilmu agama  karena dirasa lebih mudah dan praktis.

KH Said Aqil Siroj ketua umum pengurus besar nahdlotul ulama (PBNU) saat memberikan sambutan pada upacara hari santri 22 oktober 2019 di kampus Unusia Bogor turut berpesan untuk para santri di era digital kini agar bisa memaximalkan perannya, terutama dalam pemanfaatan medsos.

Karena dewasanya di era digital kini tak cukup santri hanya dibekali ilmu agama saja, para santri pun dituntut untuk melek teknologi agar dapat memaximalkan perannya tidak lain yaitu menyampaikan perkara agama di tengah umat yang kini banyak diterpa konten-konten berkesan mengadu domba muslim satu dengan muslim lainnya seperti caci maki bahkan sampai tingkatan mengkafirkan muslim lainnya.

Jangan sampai kita biarkan konten-konten yang bertujuan memecah persatuan umat islam semakin menjamur dan berteberan di lini dinding sosmed kita. Maka diharapkan santri milenial dapat memaximalkan potensinya dalam memahami ilmu agama dan diimbangi kemampuan dalam berteknologi untuk menghadapi permasalahan tersebut. dapatkan artikel-artikel menarik lainnya di darulfuqoha.com

Leave a reply